GANDAMAYU

SESEPUH

6/recent/ticker-posts

Rahinan (Hari Suci) Umat Hindu Di Bali



Oleh :
JRO MANGKU SUARDANA
Pasraman Sesepuh

       
Om Swastyastu,


        Adapun beberapa Rahinan atau Hari Suci Umat Hindu di Bali berdasarkan Wewaran dan Pawukon, diantaranya :


I. Berdasarkan Triwara dan Pancawara

Kliwon :
datangnya setiap 5 (lima) hari sekali, Sang Hyang Siwa bersemedi, oleh sebab itu dilakukan pemujaan terhadap Sang Hyang Siwa.
Kajeng Kliwon :
datangnya setiap 15 (lima belas) hari sekali, pemujaan terhadap Sang Hyang Siwa. Segehan dihaturkan kepada Sang Hyang Durgha Dewi. Di bawah/di tanah ditujukan kepada Sang Bhuta Bucari, Sang Kala Bucari dan Sang Durgha Bucari.

II. Berdasarkan Saptawara dan Pancawara

1.Anggara Kliwon : disebut Anggara Kasih,
Pada hari ini beryogalah Sang Hyang Ayu, Sang Hyang Ludra. Persembahan berupa canang, semoga beliau melimpahkan welas asih-Nya, menghilangkan/melebur segala keletuhan (kekotoran) di dunia.

2. Buda Wage : disebut pula Buda Cemeng,
Pada hari ini beryogalah Sang Hyang Manik Galih menurunkan Sang Hyang Ongkara Mreta di Bumi ini. Yadnya dipersembahkan di Sanggar Kemulan kehadapan Dewi Sang Hyang Sri Nini, agar diciptakannya kemakmuran dunia. 

3. Buda Kliwon :
namanya sering disesuaikan dengan wukunya. Hari ini adalah penyucian Sang Hyang Ayu atau Sang Hyang Nirmala Jati, persembahan ditujukan kepadaNya.

4. Saniscara Kliwon :
hari ini disebut Tumpek, yadnya atau persembahan ditujukan kehadapan Sang Hyang Prama Wisesa.

III. Berdasarkan Pawukon

1. Banyu Pinaruh : Radite Paing Sinta
Mohon anugrah Sang Hyang Sawaswati. Mandi dengan air kumkuman (air bersih bercampur bunga harus) lalu mohon tirta (Air suci) agar suci/bersih lahir batin.

2. Soma Sibek : Soma Pon Sinta
Sang Hyang Tri Murti sedang beryoga dan lumbung sebagai tempatNya. Pada hari ini diadakan Widhi-Widhana untuk selamatan atau penghormatan terhadap beras di pulu dan padi di lumbung yang sekaligus mengadakan pemujaan terhadap Dewi Sri sebagai tanda bersyukur serta semoga tetap memberi kesuburan. Sebaiknya pada hari ini tidak menumbuk padi atau menjual beras.

3. Sabuh Mas : Anggara Wage Sinta
Pemujaan terhadap Hyang mahadewa sebagai tanda bersyukur semoga selalu melimpahkan restunya pada harta dan barang-barang berharga termasuk perhiasan dengan mengadakan upacara yadnya/widhi widhana.

4. Pagerwesi : Buda Kliwon Sinta
Merupakan hari payogan Hyang Pramesti Guru disertai dengan para Dewata Nawa Sanga demi keselamatan alam beserta isinya. Pada hari ini disamping menghaturkan widhi widhana di sanggar Kemulan dan menenangkan pikiran dengan melakukan yoga semadhi.

5. Tumpek Landep : Saniscara Kliwon Landep
Mengadakan upacara selamatan terhadap semua jenis alat yang tajam atau senjata, serta memohon kehadapan Bhatara Siwa dan Sang Hyang Pasupati agar semua alat/senjata tetap bertuah.

6. Radite Umanis Ukir :
Persembahan kehadapan Bhatara Guru di Sanggar Kemulan.

7. Buda Cemeng Ukir : Buda Wage Ukir
Persembahan terhadap Sang Hyang Sri Nini, Dewa Sadhana pada tempat menyimpan harta benda dan hari ini tidak baik untuk membayar sesuatu.

8. Anggara Kasih Kulantir : Anggara Kliwon Kulantir
Pada hari ini dilakukan pemujaan kehadapan Bjatara Mahadewa.

9. Tumpek Uduh, Tumpek Pengatag, Tumpek Pengarah, Tumpek Bubuh : 

Saniscara Kliwon Wariga
Hari ini adalah merupakan peringatan “kemakmuran”, penghormatan kepada tumbuh-tumbuhan serta pemujaan kehadapan Sang Hyang Sangkara. Pad ahari ini diadakan upacara yadnya selamatan kepada tumbuh-tumbuhan agar tetap memberikan hasil yang baik.

10. Saniscara Paing Warigadean :
Adalah merupakan hari penyucian Bhatara Brahma dan patut melakukan persembahan.

11. Anggara Kasih Julungwangi : Anggara Kliwon Julungwangi
Hari ini juga disebut Anggara Kasih Pangduhan yang bertujuan untuk memulai mengadakan pembersihan pada tiap-tiap Parhyangan dalam rangka menyambut hari raya Galungan.

12. Sugian Jawa (Parerebon ) : Wraspati Wage Sungsang 

Pada hari ini disebut juga Parerebon, turunlah semua Bhatara ke dunia.

13. Sugian Bali : Sukra Kliwon Sungsang
Manusia hendaknya memohon kesucian, pembersihan lahir bathin kehadapan smeua Bhatara.

14. Penyekeban : Radite Paing Dungulan
Pada hari ini sebaiknya w aspada dan hati-hati serta menguatkan iman agar tidak tergoda kena penagruh Sang Bhuta Galungan. Penyekeban berarti berusaha untuk menguasai/mengendalikan diri.

15. Penyajaan Galungan : Soma Pon Dungulan
Perlu berhati-hati dan mawas diri karena adanya pengaruh dari Sang Bhuta Galungan.

16. Penampahan Galungan : Anggara Wage Dungulan
Pada hari ini dikuasai oleh Sang Bhuta Amengkurat. Oleh karenanya setelah matahari terbenam dilakukan upacara biakala (mabiakala) agar tetap terhindar dari pengaruh Kala Tiganing Galungan yang dilakukan di halaman rumah. Saat hari ini juga dipasang penjor lengkap dengan segala hiasannya.

17. Hari raya Galungan : Buda Kliwon Dungulan
Hari ini merupakan peringatan atas terciptanya alam semesta beserta isinya dan kemenangan dharma melawan adharma. Umat Hindu melakukan persembahan kehadapan Sang Hyang Widhi dan Dewa Bhatara/dengan segala manifestasinya sebagai tanda puji syukur atas rahmatnya serta untuk keselamatan selanjutnya. Sedangkan penjor yang dipasang di muka tiap-tiap perumahan yaitu merupakan aturan kehadapan Bhatara Mahadewa yang berkedudukan di Gunung Agung.

18. Manis galungan : Wraspati Umanis Dungulan
Melakukan upacara nganyarin/penyucian di Pamarajan/Sanggar Kemulan yang ditujukan kehadapan Hyang Kawitan dan Leluhur.

19. Pamaridan Guru : Saniscara Pon Dungulan
Adalah kembalinya para Dewa ke Sunyaloka dengan meninggalkan kesejahteraan dan panjang umur pada umatnya. Pada hari ini umat melakukan upacara selamatan, bersembahyang dengan maksud menghaturkan suksma dan mohon penugrahan kerahayuan.

20. Ulihan : Radite Wage Kuningan
Pada hari ini menghaturkan canang raka dan runtutannya kehadapan Bhatara-Bhatari, beliau kembali ke singgasana/Kahyangan masing-masing.

21. Pamacekan Agung : Soma Kliwon Kuningan
Hari ini pemujaan terhadap Sang Hyang Widhi/Sang Hyang Prameswara dengan menghaturkan upacara memohon keselamatan. Sore hari (sandikala) dilakukan upacara segehan di halaman rumah dan dimuka pintu pekarangan rumah yang ditujukan kepada Sang Kala Tiga Galungan beserta pengiring-pengiringnya, agar kembali dan memberi keselamatan.

22. Buda Paing Kuningan : pujawali Bhatara Wisnu

23. Hari Raya Kuningan : Saniscara Kliwon Kuningan
Pada hari ini menghaturkan sesaji dan persembahan atas turunnya kembali Sang Hyang Widhi disertai oleh Dewata atau Pitara, mohon keselamatan dunia dengan segala isinya. Upacara dilangsungkan hanya sampai pukul 12.00 (tajeg surya), sebab setelah itu para Dewata semuanya kembali ke Suralaya. 

24. Buda Kliwon Pegatwakan : Buda Kliwon Pahang
Hari ini menghaturkan sesaji yaitu persembahan kehadapan para Dewa Bhatara terutama Sang Hyang Widhi (Sang Hyang Tunggal). Sebagai tanda puji syukur atas kemurahan beliau melimpahkan rahmatNya untuk kadirgayusaning keselamatan alam semesta beserta isinya. 

25. Tumpek Krulut : Saniscara Kliwon Krulut
Menghaturkan sesaji dan memuja Sang Hyang Widhi Wasa/Bhatara Iswara di Pamarajan/Sanggar Kamulan, memohon keselamatan. 

26. Buda Cemeng Merakih : Buda Wage Merakih
Pemujaan kehadapan Bhatara Rmabut Sadhana yang disebut juga Sang Hyang Rambut Kadhala. 

27. Tumpek Kandang : Saniscara Kliwon Uye
Hari ini merupakan weton wewalungan, mengadakan upacara selamatan terhadap binatang peliharaan/ternak dan pemujaan terhadap Sang Rare Angon sebagai dewanya ternak, supaya terhindar daris egala penyakit dan tetap dalam keadaan sehat, selamat serta menyenangkan. 

28. Tumpek Wayang : Saniscara Kliwon Wayang
Pada hari ini diadakan upacara yang berkenaan dengan kesenian khususnya wayang, persembahan kehadapan Bhatara Iswara, memohon agar kesneian itu lestari, menyennangkan dan bertuah. 

29. Buda Cemeng Kulawu : Buda Wage Kulawu
Hari ini pemujaan terhadap Bhatara Rambut Sadhana yang melimpahkan kemakmuran dan kesejahteraan. 

30. Hari Raya Saraswati : Saniscara Umanis Watugunung
Pada hari ini adalah merupakan hari pawedalan Sang Hyang Aji Saraswati yaitu perayaan turunnya ilmu pengetahuan. Dilakukan upacara selamatan terhadaps emua pustaka/ronta;.kitab, sebagai penghormatan dan tanda puji syukur kehadapan belioau yang telah menurunkan ilmu pengetahuan dan mohon selamat serta jaya dalam bidang ilmu pengetahuan. Pemujaan ditujukan kehadapan Sang Hyang Aji Saraswati/Bhatara Saraswati sebagai sewaning pangeweruh. 

Om Santhi, Santhi, Santhi Om

Posting Komentar

0 Komentar